Apanya yang Beda ?

Kalau ditanya apa hobi gue, pasti gue jawab : baca buku, nonton film, browsing dan merajut. Inget ya film dan sinetron itu beda (at least gue menganggapnya begitu) Film itu yang ada di layar lebar dan sekali tonton ceritanya langsung selesai (kecuali ada sekuelnya dan itupun ga disatuin sama film sebelumnya) kalau sinetron itu cerita yang masalahnya lebih rumit dibandingkan dengan film, dan cerita di sinetron itu ga bisa sekali nonton langsung selesai (kecuali FTV, FTV sama sinetron pun beda, FTV = Film TV ; sinetron = SINEma elekTRONik). Kalo gue sih jelas lebih suka nonton film dibanding nonton sinetron Indonesia, karena akting aktor dan aktrisnya jauh lebih natural dibandingin sinetron. Cerita, setting dan editing film pun jauh lebih natural dan bagus dibandingin sinetron Indonesia. Ga maksud untuk ngejelek-jelekkin karya negeri sendiri loh ya, tapi memang itu kenyataannya.

 

Gue mau membahas perbedaan antara sinetron luar (sinetron Hollywood) dan sinetron Indonesia dari mata seorang awam kayak gue. Sebenarnya sinetron Indonesia tu udah bagus loh, SEBENARNYA. Tapi gatau kenapa sekarang ini banyak pihak-pihak persinetronannya sendiri yang membuat sinetron Indonesia menjadi KURANG bagus, bukannya jadi ga bagus sama sekali loh.

 

Berikut ini adalah hal-hal yang membedakan antara sinetron Hollywood dan sinetron Indonesia :

1. Akting para aktor & aktris di Hollywood lebih natural. Menurut gue ini karena sinetron di Hollywood udah pake standar film untuk sinetronnya, sedangkan di Indonesia masih menggunakan standar sinetron biasa. Dan menurut gue lagi, kalau akting di film atau sinetron yang menggunakan standar film memang di haruskan berakting natural, sedangkan kalau sinetron yang masih menggunakan standar sinetron biasa tidak diharuskan berakting natural. Tapi itu menurut gue loh ya.

2. Setting tempat atau latar syutingnya juga natural, maksudnya pas dengan ceritanya. Contohnya : kalau lagi shoot adegan pub atau club atau tempat dugem, kalau di Hollywood settingnya bakal sama seperti selayaknya tempat dugem pada umumnya, rame, berisik, orangnya banyak, full music ; kalau di Indonesia lagi shoot adegan di tempat dugem = orangnya sepi, musiknya ga pas (malah kadang ga ada musiknya), tempatnya sepi sampe lo bisa denger suara jangkrik. Nih ya contoh lainnya, waktu adegan mobil jalan, kalau di Hollywood adegan mobil jalan ya mobilnya jalan beneran, jalan di jalanan, kalaupun adegannya di ambil di studio, editingnya udah bagus, jadi ga terlalu keliatan bohongnya ; kalau di Indonesia mm orang buta juga bisa liat kalau adegannya diambil di studio yang cuma modal tenaga, senter sama hordeng (tenaga buat ngegoyang-goyangin mobilnya biar mobilnya keliatan kayak lagi jalan, senter buat kalau lagi malem hari, biar keliatannya mobilnya lagi jalan dan ngelewatin lampu jalan, hordeng buat nutupin jendela-jendela pinggir dan belakang mobilnya biar studionya ga keliatan). Contoh lain waktu adegan action, misalnya mobil tabrakan atau mobil terbalik atau rumah meledak, kalau di Hollywood adegan mobil tabrakan ya mobilnya BENERAN tabrakan, atau kalau adegan rumah meledak, ya rumahnya BENERAN meledak (walaupun mungkin itu cuma miniatur rumahnya yang meledak) ; kalau di Indonesia adegan rumah meledak, rumahnya ga meledak tapi ditambah efek api, masih mending kalau efek apinya bagus dan keliatan nyata, yang ada efeknya malah makin memperjelas bohongnya, jadi ceritanya ga keliatan real.

3. Editing & pengambilan gambar dari anglenya yang berbeda. Kalau sinetron di Indonesia editingnya masih aneh, contohnya : misalkan waktu adegan ada 3 anak lagi ngobrol, waktu gambar lagi diambil dari angle si A, si B keliatan lagi nangis, tapi waktu beberapa detik kemudian gambar lagi diambil dari angle si C, si B keliatan lagi ga nangis, kalau gambar diambil dari angle si A lagi, si B keliatan nangis lagi. Contoh lain misalkan dari efek backsoundnya deh, waktu lagi adegan marah atau emosi, biasanya ada backsound lebay “jeng jeng jeng !” dan backsound lebay lainnya.

4. Jalan cerita sinetron Indonesia tu sedikit banget variasinya dan gampang banget ditebak, kalau ga cerita tentang rebutan harta, tukeran anak, orang yang udah mati tiba-tiba hidup lagi, cerita antara si miskin dan si kaya. Maaaan itu sih cerita sinetron jaman batu, udah basii. Gue kangen sinetron kayak Keluarga Cemara & Si Doel.

Kayaknya itu aja deh yang ngebedain antara sinetron Hollywood dan sinetron Indonesia, tapi ga berarti sinetron Hollywood paling bagus atau sinetron Hollywood bagus semua loh ya, ada juga ko sinetron Hollywood yang biasa, atau belum bagus, dan gue juga ga bermaksud menjelek-jelekkan sinetron Indonesia atau menyinggung pihak tertentu loh ya (tapi emang itu kenyataannya sinetron Indonesia, it’s the ugly truth), gue cuma mau share tentang perbedaan sinetron Indonesia dan sinetron Hollywood menurut pandangan gue sebagai orang awam, semoga bisa jadi masukkan bagi yang mau bikin sinetron yaa hehe🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: