Kontradiksi Nilai yang Menua

Hola Blogverse ! What frickin year is it now ? How long have I been out of this blogging world ? For God sake I miss this blog !

I’m super sorry for not posting anything for months ! EH, postingan ini bakal pake bahasa Indonesia deng, ngapain gue introduction pake bahasa Inggris ?
-______-

Guys guys guys, kangen bingit gewe sama kaliaan, udah berapa bulan gue ga posting apapun di blog tercintah ini pemirsaaaah ?

Oke oke, gue akan off to topic, inti dari introduction adalah gue kangen blogging and I’m sorry for my absence for not posting anything in these past few months.

Let’s go back to the year when I was about 9 or 10 years old, gue inget banget dulu nyokap adalah sosok Ibu yang tegas, disiplin, dan care sama detail. Dulu nyokap ga bakal ngizinin gue naik ke kasur kalau gue belum cuci kaki, cuci tangan, cuci muka, dan ganti baju, baju dari luar ga bakal di tolerir untuk nyentuh kasur. Kalau gue jalan ga boleh diseret, debu dan mencerminkan kemalasan katanya. Buang sampah ga boleh sembarangan, setiap gue buang sampah sembarangan pasti gue disuruh ambil itu sampah dan dibuang ke tempat sampah, DAN kalau ga ada tempat sampah, gue pasti disuruh untuk pegang atau kantongin dulu itu sampah sampai nemu tempat sampah. Kalau nyebrang liat kanan kiri, harus di zebra cross atau jembatan penyebrangan. Intinya gue diajarin nyokap untuk taat sama peraturan. Beda sama bokap, bokap lebih fleksibel, dia taat, tapi ada saatnya dia “nakal”. Gue udah mulai ditinggal di rumah sendiri dari sejak TK, even itu cuma ditinggal beberapa blok dari rumah dan untuk jangka waktu yang sebentar, tetep aja mengerikan buat bocah umur segitu untuk berada dirumah sendirian.

As I grow up, gue jadi pribadi yang idealis, apa itu idealism ? Idealism adalah paham yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, misal : buang sampah itu ya di tempat sampah, orang yang buang sampah selain di tempat sampah itu salah dan orang yang idealis pasti merasa punya kewajiban untuk “benerin” kesalahan itu, entah itu dengan negur orang tersebut atau apalah, at least itu yang gue rasain.

Daan somehow sekarang malah nyokap yang selalu protes mengenai ke-idealisme-an gue, kata doi, gue ga boleh idealis karena nanti blablabla dan blablabla, manusia itu harus realistis blablabla. Setiap gue ceritain tentang keseharian dan kejadian-kejadian yang menurut “mata ke-idealisme-an” gue salah, lalu gue ceritain juga on how I deal with that, nyokap pasti bilang seperti yang tadi udah gue sebutin, “ga boleh idealis karena nanti blablabla dan blablabla, manusia itu harus realistis blablabla”, I mean, come on, gue juga begini karena didikan dia dulu loh, ya inilah hasil apa yang dari dulu dia tanam.

Sekarang doi sering banget nyinggung-nyinggung masalah betapa arogannya pemuda yang idealis blablabla sama temen-temen sekantor doi, dan temen-temennya pun sependapat dengan doi
-_______-

The point of this blogpost adalah what I get from this case, seiring menuanya manusia, beberapa nilai kebenaran pun ikut menua, manusia akan lebih “pasrah/ legowo” dalam deal with beberapa nilai yang kurang dan atau bahkan tidak benar. Dan menurut gue itu semua ada fase-nya sendiri, for now in my age mungkin memang sedang fase-nya, sedang saatnya manusia untuk on fire, on fire untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, on fire untuk mencapai mimpi-mimpinya, dsb. Jadi ya ga perlu lah untuk memaksakan pemuda yang lagi on fire untuk turn off that fire, menurut gue gapapa kita idealis dan arogan, ASALKAN untuk tujuan yang baik, like to make our dreams come true misal, also ASALKAN idealisme dan arogansi lo ga harmful buat orang lain aja, selama itu positif dan untuk tujuan baik kenapa engga ? Yang namanya proses untuk sukses, proses kearah menjadi lebih benar dan lebih baik itu ga ada yang enak, ga ada yang gampang, tapi semua challenge itulah yang akan menentukan apakah lo deserve untuk kesuksesan tersebut atau tidak.

 

helping hand

values-1024x680

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: