Kencangkan Pancang

I’m going to use Bahasa on this blog post because I want to focus this topic for people who understand Bahasa. Postingan kali ini bakal jadi postingan pertama gue yang berbahasa Indonesia, karena beberapa tahun terakhir gue bikin postingan di blog dengan menggunakan bahasa Inggris, bukan karena ga cinta Indonesia tapi karena topik yang gue pilih beberapa tahun terakhir sangat universal yang gue pikir akan lebih bisa dibaca oleh banyak kalangan kalau gue menuliskannya dengan bahasa Inggris, dan topik kali ini gue pikir akan lebih cocok menggunakan bahasa Indonesia, karena gue ingin memfokuskan postingan ini bagi yang bisa menggunakan Bahasa saja. Mari kita mulai.

Arti kata pancang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah potongan bambu (kayu dsb) yg pangkalnya runcing, ditancapkan atau dihujamkan ke tanah (untuk tanda batas, tambatan, penguat pinggir parit, dsb). Sedangkan arti kata pancang dalam postingan ini adalah inti, fondasi, sumbu, poros, dan semacamnya. Kencangkan pancang adalah kencangkan fondasi, poros. Apa pancang dalam kehidupan manusia?

Tidak sedikit orang yang mengesampingkan Tuhan dalam hidupnya. Contoh mudahnya adalah sebagai berikut:
“Bismillah aja deh” atau “gue harus kerja lebih keras lagi kedepannya” atau “usaha dong jangan berdoa aja”

Sudah bisa melihat hal yang aneh dari beberapa ungkapan diatas? Kalau belum, biar gue jelaskan. Ungkapan yang pertama, “Bismillah aja deh” seolah-olah Bismillah atau memulai dengan nama Allah SWT adalah pilihan terakhir yang dia punya, tidak usah heran ketika hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan, kalau anda saja mengesampingkan Tuhan, lalu untuk apa Tuhan mengutamakan anda?

Ungkapan yang kedua,  “Gue harus kerja lebih keras lagi kedepannya” mau judulnya kerja keras, kerja cerdas, kerja sehat, kerja bergizi, selama anda tidak melibatkan Tuhan didalam kegiatan dan usaha anda, sekeras apapun anda berjuang, anda tidak akan bisa mencapainya. Ketika anda punya mobil, lalu mobil anda rusak, sekeras apapun anda berusaha untuk memperbaikinya, anda tidak akan berhasil kalau tidak meminta bantuan dari pabrik yang membuatnya, begitu pula dengan kehidupan, usaha apapun yang anda lakukan kalau tidak melibatkan Dia, sang penciptanya segala sesuatu, termasuk yang menciptakan anda, tentu tidak akan maksimal.

Ungkapan yang ketiga, “Usaha dong jangan berdoa aja” seringkali orang melupakan bahwa berdoa pun salah satu bentuk dari usaha yang dilakukan. Ketika ada seorang teman yang berhati keras, apa yang bisa kita lakukan? Berdoa, mintalah kepada-Nya agar hati orang tersebut dilembutkan. Meminta kepada-Nya adalah salah satu usaha yang dilakukan. Usaha yang utama adalah berdoa, lalu usaha lainnya mengikuti.

“Sesungguhnya hati anak Adam (manusia), semuanya berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah, laksana hati yang satu, Dia arahkan ke mana saja yang Dia kehendaki.” (HR. Muslim)

Tuhan adalah pancang dalam kehidupan setiap manusia, anda bernafas, bergerak, dan sebagainya atas seizin-Nya. Seringkali manusia dipusingkan dengan urusan keuangan, dia berpikir bahwa dia harus bekerja dengan giat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bekerja lembur, sampai melewatkan waktu ibadah, tidak jarang sampai melupakan kesehatan, tapi dia lupa bahwa bukan bos di kantornyalah yang memberikan dia uang, yang memberikan rezeki yang dia cari. Tuhan-lah yang memberikannya. Banyak orang yang stress akan pekerjaannya, itu dikarenakan dia melupakan Tuhannya, karena hanya Tuhanlah sumber ketenangan manusia.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Qs. ar-Ra’du: 28).

“Kalau kita tidak gunakan waktu untuk beribadah kepada-Nya pastilah Allah memberikan kesibukan-kesibukan lain yang menyebabkan kita terhalang dari beribadah kepada-Nya. Sekali berhalangan, dua kali berhalangan, akhirnya syaitan musuh nyata manusia makin dahsyat meniupkan berbagai was-was dan “alasan” untuk tidak melakukan ibadah kepadaNya.”

Ketika manusia mengesampingkan Tuhan, lalu untuk apa Tuhan mengutamakan anda?

Semua hal di dunia ini kembali kepada-Nya. Ketika kita sakit, kita memohon sehat kepada-Nya. Ketika kita sehat, kita bersyukur kepada-Nya. Ketika kita sedih, kita memohon supaya kesedihannya dihilangkan. Ketika kita bahagia, kita bersyukur kepada-Nya. Diri kita yang kita banggakan pun kelak akan kembali kepada-Nya. Tapi kebanyakan manusia hanya melakukan yang pertama, yaitu memohon, meminta, namun lupa dengan bagian yang selanjutnya, yaitu bersyukur. Kita selalu menuntut hak kita pada Tuhan, tapi kita sering lupa bahwa ada hak Tuhan juga dalam diri kita.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidaklah seorang hamba mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada hati yang keras dan jauh dari Allah.” (al-Fawa’id, hal. 95).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh celaka orang-orang yang berhati keras dari mengingat Allah, mereka itu berada dalam kesesatan yang amat nyata.” (QS. az-Zumar: 22).

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, “Maksudnya, hati mereka tidak menjadi lunak dengan membaca Kitab-Nya, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya, dan tidak merasa tenang dengan berzikir kepada-Nya. Akan tetapi hati mereka itu berpaling dari Rabbnya dan condong kepada selain-Nya.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 722).

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengingatkan kita semua, “Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi hakekat ilmu itu adalah rasa takut kepada Allah SWT.” (Kaifa Tatahammasu, hal. 12).

Selalu utamakan dan libatkan Tuhan dalam setiap aktivitas, dalam setiap kegiatan di hidup anda, dan anda akan diberikan kemampuan untuk menyadari akan banyaknya keajaiban yang terjadi dalam hidup anda.

Anda tahu untuk apa gunanya sabuk pengaman? Untuk mengamankan anda ketika terjadi guncangan. Apa yang terjadi ketika anda tidak mengenakan sabuk pengaman lalu tiba-tiba disaat yang tidak diduga anda mendapatkan guncangan keras? Anda akan terjatuh. Begitu pula dengan fondasi hidup anda, ketika anda tidak memliki fondasi hidup, ketika anda tidak mengutamakan Tuhan dalam hidup anda, lalu Tuhan memberikan ujian disaat yang tidak anda duga, anda akan dengan mudahnya terjatuh, atau bahkan terjerumus. Fondasi paling kuat adalah Agama. Agama diciptakan Tuhan sebagai bekal kehidupan manusia di dunia, dan segala perbuatan manusia di dunia adalah bekal manusia di kehidupan selanjutnya kelak yaitu akhirat. Ketika bekal agama anda tidak cukup, maka anda akan kehausan dan kelaparan di dunia. Dan ketika bekal amalan anda semasa di dunia tidak cukup di akhirat kelak, maka anda akan kehausan dan kelaparan pula di akhirat kelak. Nauzubillahimindzalik.

Usaha yang utama adalah berdoa, lalu usaha lainnya mengikuti. Utamakan Tuhan supaya Tuhan pun tidak mengesampingkan anda. Ingatlah Tuhan selalu supaya Tuhan pun mengingat anda selalu. Kencangkan fondasi hidup anda dengan mencari ilmu-Nya. Dengan mencari ridho-Nya. Dengan selalu mengingat-Nya dalam keadaan apapun itu, dalam keadaan baik atau buruk, sedih atau bahagia. Kencangkan pancang kehidupan anda supaya anda mampu berdiri kokoh sekencang apapun angin dan badai yang menghampiri anda, sesulit apapun ujian yang diberikan-Nya. Semakin kencang pancang kehidupan anda, maka akan semakin lembut pula hati anda, hati yang lembut bukanlah hati yang lemah, justru hati yang lembut adalah hati yang kuat. Kuat dalam menghadapi ujian-Nya. Lembut dalam menghadap kepada-Nya. Ketika ujian dari-Nya mengencang, maka fondasi anda harus lebih kencang dari ujian-Nya. Kencangkan pancang.

Screen-shot-2013-05-07-at-9.19.33-PM

microfoundations3

building-blocks e2d93ce4879c657c3642487165f1138d eatbelt-391543

Tagged , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: